Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Gagal Ginjal dengan Hemodialisa

  • Rosa Ruslima Universitas Medika Suherman
  • Nurul Anwar Anis Ika Masri Universitas Medika Suherman
  • Ananda Patuh Padaallah Universitas Medika Suherman
  • Previarsi Rahayu Universitas Medika Suherman
Keywords: cemas, hemodialisa, kualitas tidur, pasien gagal ginjal

Abstract

Latar belakang: Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa rentan mengalami kecemasan yang berdampak terhadap kualitas tidur, sehingga memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup mereka. Kecemasan yang tidak terkelola dapat memperburuk gangguan tidur seperti insomnia dan meningkatkan risiko komplikasi metabolik.s.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien PGK di RS Harapan Bunda Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 91 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05).Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (80%), perempuan (54%), dan berpendidikan menengah (57%). Tingkat kecemasan terbanyak kategori berat (39%), diikuti sedang (34%) dan ringan (27%). Kualitas tidur buruk dialami 56% responden, sementara 44% melaporkan tidur baik. Uji Chi-Square (χ² = 42,933; df = 2; p = 0,000) menunjukkan hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien hemodialisa. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin buruk kualitas tidur pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya skrining rutin kecemasan, edukasi sleep hygiene, serta intervensi psikososial dan spiritual dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien

Author Biographies

Rosa Ruslima, Universitas Medika Suherman

Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

Nurul Anwar Anis Ika Masri, Universitas Medika Suherman

Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

Ananda Patuh Padaallah, Universitas Medika Suherman

Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

Previarsi Rahayu, Universitas Medika Suherman

Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

Published
2026-01-07
Section
Articles